Menu

welcome

Rawatlah Pasienmu Dengan Ikhlas Dan Penuh Rasa Tanggung Jawab

Kamis, 16 Mei 2013

Laporan Pendahuluan Laparatomi



A.    Pengertian
Laparatomi adalah pembedahan perut, membuka selaput perut dengan operasi (Lakaman:2000;194).
Pembedahan perut sampai membuka selaput perut.
Ada 4 cara, yaitu;
1.      Midline incision
2.      Paramedian, yaitu ; sedikit ke tepi dari  2,5 cm), panjang (12,5 cm).±garis tengah (
3.      Transverse upper abdomen incision, yaitu ; insisi di bagian atas, misalnya pembedahan colesistotomy dan splenektomy.
4.      Transverse lower abdomen incision, yaitu; insisi melintang di bagian  4 cm di atas anterior spinal iliaka, misalnya; pada operasi±bawah  appendictomy.
B.     POST LAPARATOMI

Perawatan post laparatomi adalah bentuk pelayanan perawatan yang diberikan kepada pasien-pasien yang telah menjalani operasi pembedahan perut.
Tujuan perawatan post laparatomi;
a.       Mengurangi komplikasi akibat pembedahan.
b.      Mempercepat penyembuhan.
c.       Mengembalikan fungsi pasien semaksimal mungkin seperti sebelum operasi.
d.      Mempertahankan konsep diri pasien.
e.        Mempersiapkan pasien pulang.
C.     Etiologi
1.      Trauma abdomen (tumpul atau tajam)
2.      Peritonitis
3.      Perdarahan saluran pencernaan.
4.      Sumbatan pada usus halus dan usus besar.
5.      Masa pada abdomen
Komplikasi
-          Ventilasi paru tidak adekuat
-          Gangguan kardiovaskuler : hipertensi, aritmia jantung.
-          Gangguan keseimbangan cairan dan elektrolit.
-          Gangguan rasa nyaman dan kecelakaan
D.    Manifestasi klinis
1.      Fase pertama
Berlangsung sampai hari ke 3. Batang lekosit banyak yang rusak / rapuh. Sel-sel darah baru berkembang menjadi penyembuh dimana serabut-serabut bening digunakan sebagai kerangka.
2.      Fase kedua
Dari hari ke 3 sampai hari ke 14. Pengisian oleh kolagen, seluruh pinggiran sel epitel timbul sempurna dalam 1 minggu. Jaringan baru tumbuh dengan kuat dan kemerahan.
3.      Fase ketiga
Sekitar 2 sampai 10 minggu. Kolagen terus-menerus ditimbun, timbul jaringan-jaringan baru dan otot dapat digunakan kembali.
4.      Fase keempat
Fase terakhir. Penyembuhan akan menyusut dan mengkerut.
E.     Pemeriksaan Penunjang
-          Pemeriksaan Hiteroskopi untuk melihat apakah AKDR di dalam atau di luar kavum uteri
-          Pemeriksaan radiologi untuk mengetahui dimana letak IUD
F.      Pengkajian
Perlengkapan yang dilakukan pada pasien post laparatomy, adalah;
1.      Respiratory
Bagaimana saluran pernapasan, jenis pernapasan, bunyi pernapasan.
2.      Sirkulasi
Tensi, nadi, respirasi, dan suhu, warna kulit, dan refill kapiler.
3.      Persarafan : Tingkat kesadaran.
4.      Balutan
-          Apakah ada tube, drainage
-          Apakah ada tanda-tanda infeksi?
-          Bagaimana penyembuhan luka ?
5.      Peralata
-          Monitor yang terpasang.
-          Cairan infus atau transfusi.
-          Rasa nyaman
-          Rasa sakit, mual, muntah, posisi pasien, dan fasilitas ventilasi.
-          Psikologis : Kecemasan, suasana hati setelah operasi.
G.    Diagnosa Keperawatan
1.      Gangguan rasa nyaman, abdomen tegang sehubungan dengan adanya rasa nyeri di abdomen.
2.      Potensial terjadinya infeksi sehubungan dengan adanya sayatan / luka operasi laparatomi.
3.      Potensial kekurangan caiaran sehubungan dengan adanya demam, pemasukkan sedikit dan pengeluaran cairan yang banyak.




DAFTAR KEPUSTAKAAN
Dr. Sutisna Himawan (editor). Kumpulan Kuliah Patologi. FKUI
Brunner / Sudart. Texbook of Medical Surgical Nursing Fifth edition IB. Lippincott Company. Philadelphia. 1984.

1 komentar:

Cara Membuat Pupuk Organik Cair mengatakan...

sip dah, ijin copas boleh egk gan?