Menu

welcome

Rawatlah Pasienmu Dengan Ikhlas Dan Penuh Rasa Tanggung Jawab

Rabu, 25 April 2012

SOP Pembidaian Spalk


Kebijakan
Pelaksanaan Pelayanan BP Umum harus mengikuti langkah-langkah kerja pada Protap Terapi
Tujuan
Pembalutan dan Pembidaian
Referensi
Pendidikan Ketrampilan Keperawatan, Program Studi Ilmu Keperawatan Fakultas Kedokteran Universitas  Gadjah Mada 2003
Ruang Lingkup
Dilakukan di BP Umum
Penanggungjawab
Koordinator BP Umum
Masa berlaku
Ditinjau ulang setahun sekali
Definisi
Bidai atau spalk adalah alat dari kayu, anyaman kawat, atau bahan lain yang kuat tetapi ringan yang digunakan untuk menahan atau menjaga agar bagian tulang yang patah tidak bergerak (immobilisasi) memberikan istirahat, dan mengurangi rasa sakit.
Alat dan Bahan
-           Bidai
-           Pembalut
-           Kassa
-           Betadine
-           NaCl
-           Bengkok
-           Baki + Alas tertutup
-           Pinset

Langkah-langkah
Syarat-syarat pembidaian  :
1.        Siapkan alat-alat selengkapnya
2.        Bidai harus meliputi dua sendi dari tulang yang patah. Sebelum dipasang diukur lebih dulu pada anggota badan korban yang sakit
3.        Ikatan jangan terlalu keras dan terlalu kendor
4.        Bidai dibalut dengan pembalut sebelum digunakan
5.        Ikatan harus cukup jumlahnya, dimulai dari sebelah atas dan bawah tempat yang patah
6.        Kalau memungkinkan anggota gerak tersebut ditinggikan setelah bidai
7.        Sepatu, gelang, jam tangan,dan alat pengikat perlu dilepas

Cara Kerja Pembalutan :
1.        Beritahu pasien tindakan yang akan dilakukan
2.        Cuci tangan
3.        Tanyakan keluhan utama pasien
4.        Mulai tindakan dengan cara yang baik
5.        Periksa bagian tubuh yang akan dibalut / cidera, inspeksi, palpasi, dan gerakan
6.        Lakukan tindakan pra pembalutan ( bersihkan luka, cukur rambut disekitar luka, beri desinfektan, gunakan kasa steri )
7.        Pilih jenis pembalutan yang tepat
8.        Balut dengan benar ( posisi dan arah balutan )
9.        Observasi kenyamanan pasien
10.     Cuci tangan


Cara kerja pembidaian  :
1.        Memberikan kesempatan pada pasien untuk bertanya
2.        Tanyakan keluhan utama pasien
3.        Pilih dan siapkan bidai yang sudah dibalut dengan pembalut
4.        Lakukan pembidaian melalui dua sendi
5.        Hasil pembidaian :
a.        Harus cukup jumlahnya, dimulai dari sebelah atas dan bagian bawah tempat yang patah
b.        Tidak kendor dan tidak keras



Tidak ada komentar: