Menu

welcome

Rawatlah Pasienmu Dengan Ikhlas Dan Penuh Rasa Tanggung Jawab
Tampilkan postingan dengan label Askep KMB. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Askep KMB. Tampilkan semua postingan

Kamis, 16 Mei 2013

Laporan Pendahuluan Laparatomi



A.    Pengertian
Laparatomi adalah pembedahan perut, membuka selaput perut dengan operasi (Lakaman:2000;194).
Pembedahan perut sampai membuka selaput perut.
Ada 4 cara, yaitu;
1.      Midline incision
2.      Paramedian, yaitu ; sedikit ke tepi dari  2,5 cm), panjang (12,5 cm).±garis tengah (
3.      Transverse upper abdomen incision, yaitu ; insisi di bagian atas, misalnya pembedahan colesistotomy dan splenektomy.
4.      Transverse lower abdomen incision, yaitu; insisi melintang di bagian  4 cm di atas anterior spinal iliaka, misalnya; pada operasi±bawah  appendictomy.
B.     POST LAPARATOMI

Selasa, 22 Mei 2012

Askep Struk Hemoragik



 Silahkan Download askepnya disini 

I.          Konsep Dasar

1      Pengertian
        Menurut WHO stroke adalah adanya tanda-tanda klinik yang berkembang cepat akibat gangguan fungsi otak fokal (atau global) dengan gejala-gejala yang berlangsung selama 24 jam atau lebih yang menyebabkan kematian tanpa adanya penyebab lain yang jelas selain vaskuler. (Hendro Susilo, 2000)
      Stroke hemoragik adalah disfungsi neurologi fokal yang akut dan disebabkan oleh perdarahan primer substansi otak yang terjadi secara spontan bukan oleh karena trauma kapitis, disebabkan oleh karena pecahnya pembuluh arteri, vena dan kapiler. (Djoenaidi Widjaja et. al, 1994)
2      Anatomi fisiologi
a.    Otak
       Berat otak manusia sekitar 1400 gram dan tersusun oleh kurang lebih 100 triliun   neuron. Otak terdiri dari empat bagian besar yaitu serebrum (otak besar), serebelum (otak kecil), brainstem (batang otak), dan diensefalon. (Satyanegara, 1998)
   Serebrum terdiri dari dua hemisfer serebri, korpus kolosum dan korteks serebri. Masing-masing hemisfer serebri terdiri dari lobus frontalis yang merupakan area motorik primer yang bertanggung jawab untuk gerakan-gerakan voluntar, lobur parietalis yang berperanan pada kegiatan memproses dan mengintegrasi informasi sensorik yang lebih tinggi tingkatnya, lobus temporalis yang merupakan area sensorik untuk impuls pendengaran dan lobus oksipitalis yang mengandung korteks penglihatan primer, menerima informasi penglihatan dan menyadari sensasi warna.
    Serebelum terletak di dalam fosa kranii posterior dan ditutupi oleh duramater yang menyerupai atap tenda yaitu tentorium, yang memisahkannya dari bagian posterior serebrum. Fungsi utamanya adalah sebagai pusat refleks yang mengkoordinasi dan memperhalus gerakan otot, serta mengubah tonus dan kekuatan kontraksi untuk mempertahankan keseimbangan sikap tubuh.
       Bagian-bagian batang otak dari bawak ke atas adalah medula oblongata, pons dan mesensefalon (otak tengah). Medula oblongata merupakan pusat refleks yang penting untuk jantung, vasokonstriktor, pernafasan, bersin, batuk, menelan, pengeluaran air liur dan muntah. Pons merupakan mata rantai penghubung yang penting pada jaras kortikosereberalis yang menyatukan hemisfer serebri dan serebelum. Mesensefalon merupakan bagian pendek dari batang otak yang berisi aquedikus sylvius, beberapa traktus serabut saraf asenden dan desenden dan pusat stimulus saraf pendengaran dan penglihatan.

Selasa, 15 Mei 2012

Asuhan Keperawatan Kanker Payudara




Silahkan Download Askepnya Disini


A.     KONSEP DASAR

I.              PENGERTIAN

Karsinoma mamma ialah karsinoma yang berasal dari parenkim, stroma, areola dan papila mamma (Lab / UPF Ilmu Bedah, 1994 : 163).
Kanker payudarah adalah merupakan salah satu kanker yang terbanyak ditemukan di Indonesia. Biasanya kanker ini ditemukan pada umur 40-49 tahun dan letak terbanyak di kuadran lateral atas.

II.           ETIOLOGI

Etiologi kanker payudara tidak diketahui dengan pasti. Namun beberapa faktor risiko pada pasien diduga berhubungan dengan kejadian kanker payudara, yaitu :
-          Umur > 30 tahun.
-          Melahirkan anak pertama pada usia > 35 tahun.
-          Tidak kawin dan nulipara.
-          Usia menars > 12 tahun.
-          Usia menopause > 55 tahun.
-          Pernah mengalami infeksi, trauma atau operasi tumor jinak payudara.
-          Terapi hormonal lama.
-          Mempunyai kanker payudara kontralateral.
-          Pernah mengalami operasi ginekologis misalnya tumor ovarium.
-          Pernah mengalami radiasi didaerah dada.
-          Ada riwayat keluaga dengan kanker payudara pada ibu, saudara perempuan ibu, saudara perempuan, adik / kakak.
-          Kontrasepsi oral pada pasien tumor payudara jinak seperti kelainan fibrokistik yang ganas (Arif Mansjoer, 2000 : 283).

III.        GAMBARAN KLINIS

Tumor pada mamma pada wanita umur 35 tahun atau lebih yang :
1.       Tumbuh progresif.
2.       Mengadakan invasi atau nekrose.

Senin, 14 Mei 2012

Asuhan Keperawatan Cushing Sindrom



BAB I

PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG

Cushing Sindrome adalah kumpulan gejala yang disebabkan oleh hiperadrenokortisisme akibat neoplasma korteks adrenal atau adenohipofisis, atau asupan glukokortikoid yang berlebihan. Bila terdapat sekresi sekunder hormon adrenokortikoid yang berlebihan akibat adenoma hipofisis dikenal sebagai Cushing Disease (Dorland, 2002).

Sindrom cushing adalah penyakit yang disebabkan kelebihan hormon kortisol. Nama penyakit ini diambil dari Harvey Cushing seorang ahli bedah yang pertama kali mengidentifikasi penyakit ini pada tahun 1912.

Penyakit ini disebabkan ketika kelenjar adrenal pada tubuh tarlalu banyak memproduksi hormon kortisol, komplikasi yang menyebabkan kecacatan pada penderita bisa menyebabkan kecacatan pada penderita mengakibatkan keterbatasan aktivitas bahkan kematian. Maraknya penyakit ini semakin menambah tantangan bagi tenaga kesehatan dan semakin meresahkan masyarakat.

B. TUJUAN

a. Tujuan umum

- Mampu mengerti dan melukan asuhan keperawatan pada pasien cushing sindrom

Rabu, 25 April 2012

Materi TBC Tulang


Sehubungan Ada Materi TBC Pada Tulang,
Tapi Setelah Lama Mencari-Cari Materi Askep Dan Ternyata Hasilnya Nihil
Saya Putuskan Untuk Sedikit Share Seputar Materi TBC Pada Tulang
Berikut Materinya

INFEKSI TUBERKULOSA PADA TULANG
Tuberkulosis sebagai suatu penyakit sistemik yang dapat menyerang berbagai organ termasuk tulang dan sedi. Lesi pada tulang dan sendi hampir selalu disebabkan penyebaran hematogen dari kompleks primer pada bagian tubuh lain. Biasanya tejadi 6 – 36 bulan setelah infeksi primer, tetapi dapat saja timbul bertahun – tahun kemudian.
TUBERKULOSIS TULANG
Faktor predisposisi tuberkulosis adalah :
  1. Nutrisi dan sanitasi yang jelek
  2. Ras; banyak ditemukan pada orang – orang Asia, Meksiko, Indian dan Negro
  3. Trauma pada tulang dapat merupakan lokus minoris
  4. Umur : terutama ditemukan setelah umur satu tahu, paling sering pada umur 2 – 10 tahun
  5. Penyakit sebelumnya, seperti morbili dan varisella dapat memprovokasi kuman
  6. Masa pubertas dan kehamilan dapat mengaktifkan tuberkulosis
Patologi :
  • Kompleks Primer
Lesi primer biasanya pada paru – paru, faring atau usus dan kemudian melalui saluran limfe menyebar ke limfonodulus regional dan disebut primer kompleks.
  • Penyebaran Sekunder

Askep Ca Serviks


CA SERVIKS


I.       Pengertian

Kanker serviks adalah penyakit akibat tumor ganas pada daerah mulut rahim sebagai akibat dari adanya pertumbuhan jaringan yang tidak terkontrol dan merusak jaringan normal di sekitarnya (FKUI, 1990; FKKP, 1997).

II.    Etiologi

Penyebab kanker serviks belum jelas diketahui namun ada beberapa faktor resiko dan predisposisi yang menonjol, antara lain :

1.  Umur pertama kali melakukan hubungan seksual
Penelitian menunjukkan bahwa semakin muda wanita melakukan hubungan seksual semakin besar mendapat kanker serviks. Kawin pada usia 20 tahun dianggap masih terlalu muda
2.   Jumlah kehamilan dan partus
Kanker serviks terbanyak dijumpai pada wanita yang sering partus. Semakin sering partus semakin besar kemungkinan resiko mendapat karsinoma serviks.
3.   Jumlah perkawinan
Wanita yang sering melakukan hubungan seksual dan berganti-ganti pasangan mempunyai faktor resiko yang besar terhadap kankers serviks ini.
4.   Infeksi virus
Infeksi virus herpes simpleks (HSV-2) dan virus papiloma atau virus kondiloma akuminata diduga sebagai factor penyebab kanker serviks
5.   Sosial Ekonomi
Karsinoma serviks banyak dijumpai pada golongan sosial ekonomi rendah mungkin faktor sosial ekonomi erat kaitannya dengan gizi, imunitas dan kebersihan perseorangan.  Pada golongan sosial ekonomi rendah umumnya kuantitas dan kualitas makanan kurang hal ini mempengaruhi imunitas tubuh.
6.   Hygiene dan sirkumsisi
Diduga adanya pengaruh mudah terjadinya kankers serviks pada wanita yang pasangannya belum disirkumsisi.  Hal ini karena pada pria non sirkum hygiene penis tidak terawat sehingga banyak kumpulan-kumpulan smegma.

Senin, 23 April 2012

Asuhan Keperawatan Ca Serviks


CA SERVIKS


I.       Pengertian

Kanker serviks adalah penyakit akibat tumor ganas pada daerah mulut rahim sebagai akibat dari adanya pertumbuhan jaringan yang tidak terkontrol dan merusak jaringan normal di sekitarnya .

II.    Etiologi

Penyebab kanker serviks belum jelas diketahui namun ada beberapa faktor resiko dan predisposisi yang menonjol, antara lain :

1.  Umur pertama kali melakukan hubungan seksual
Penelitian menunjukkan bahwa semakin muda wanita melakukan hubungan seksual semakin besar mendapat kanker serviks. Kawin pada usia 20 tahun dianggap masih terlalu muda
2.   Jumlah kehamilan dan partus
Kanker serviks terbanyak dijumpai pada wanita yang sering partus. Semakin sering partus semakin besar kemungkinan resiko mendapat karsinoma serviks.
3.   Jumlah perkawinan
Wanita yang sering melakukan hubungan seksual dan berganti-ganti pasangan mempunyai faktor resiko yang besar terhadap kankers serviks ini.
4.   Infeksi virus

Minggu, 22 April 2012

Asuhan Keperawatan Megacolon ( Hisprung )


LAPORAN PENDAHULUAN
HIRSCHPRUNG

A.     KONSEP DASAR

1.       Pengertian
Hirschsprung adalah kelainan bawaan penyebab gangguan pasase usus, tersering pada neomatus, kebanyakan terjadi pada bayi aterum dengan berat lahir ³ 3 kg lebih banyak pada laki-laki dari pada perempuan. (Arif Mansjoer, dkk, 2000)

2.       Etiologi
Penyakit ini disebabkan aganglianosis meisner dan Aurbach dalam lapisan dinding usus, mulai dari spingter ani internus ke arah proximal, 70 % terbatas didaerah vokto sigmoid, 10 % sampai seluruh kolon dan sekitarnya, 5 % dapat mengenai seluruh usus dan pilorus.

3.       Patofisiologi

4.       Tanda dan Gejala
Gejala Hirschsprung adalah obstruksi usus letak rendah. Bayi dengan Hirschsprung dapat menunjukkan gejala klinis sebagai berikut :

Kamis, 19 April 2012

Makalah Porfiria Intermitten Akut


MAKALAH BIOKIMIA
” Porfiria Intermiten Akut “






Kelompok 2 :
1.  Aldo Sugiharto                  A01001347
2.  Ike Nur Hidayati               A01001348
3.  Afitasari                             A01001349
4.  Hanum                              A01001350
5.  Yuli Sudianingrum            A01001351
6.  Erlin Puspa Ninggar          A01001352
7.  Winda Febrianti               A01001353
8.  Retno Palupi                     A01001354

PRODI DIII KEPERAWATAN
SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN MUHAMMADIYAH GOMBONG
2010/2011





KATA PENGANTAR
Puji syukur kehadirat Alloh SWT, karena penulisan makalah ini dapat terselesaikan dengan lancar. Makalah ini dimaksudkan untuk tugas mata kuliah biokimia.
                Saya mengucapkan terima kasih kepada pihak-pihak yang telah membantu kami dalam penyusunan makalah ini, diantaranya kepada:
1.       Ida Betanursanti, selaku pembimbing mata kuliah Biokimia
2.       Orang tua yang selalu memotivasi kami dalam belajar
3.       Teman-teman yang selalu memberi kritik dan saran.
Saya menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari kesempurnaan,untuk itu kami minta kritik dan saran yang membangun dari para pembaca demi kemaslahatan makalah ini.
Semoga makalah ini dapat memberikan informasi kepada para pembaca mengenai Porfiria Intermiten Akut.
                                                                                                                Gombong,  13 April 2011
                                                                                                                Penulis




PORFIRIA INTERMITEN AKUT

A.  DEFINISI

Porfiria Intermiten Akut (Acute Intermittent Porphyria) merupakan porfiria akut yang paling sering ditemukan, yang menyebabkan gejala-gejala neurologis

Makalah Gangguan Cairan Dan Hemodinamika


KATA PENGANTAR
Puji syukur kehadirat Alloh SWT, karena penulisan makalah ini dapat terselesaikan dengan lancar. Makalah ini dimaksudkan untuk tugas mata kuliah Patologi.
            Saya mengucapkan terima kasih kepada pihak-pihak yang telah membantu kami dalam penyusunan makalah ini, diantaranya kepada:
1.      Dr.hety hidayah, selaku pembimbing mata kuliah Patologi
2.      Orang tua yang selalu memotivasi kami dalam belajar
3.      Teman-teman yang selalu memberi kritik dan saran.
Saya menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari kesempurnaan,untuk itu kami minta kritik dan saran yang membangun dari para pembaca demi kemaslahatan makalah ini.
Semoga makalah ini dapat memberikan informasi kepada para pembaca mengenai Gangguan Cairan Dan Hemodinamika.
                                                                                    Gombong,  13 April 2011
                                                                                    Penulis


BAB I
PENDAHULUAN

Makalah Gagal Jantung


MAKALAH
” GAGAL JANTUNG ”



KELAS 2B
Disusun Oleh :
1.                                   Hikmahtun Munawaroh
2.                                   Aldo Sugiharto
3.                                   Irma Dwi Astuti
4.                                   Yuli Sudianingrum
5.                                   Winda Febrianti
6.                                   Retno Palupi
7.                                   Restiana Setyorini
8.                                   Khayati
9.                                   Saeful Nuryasin
10.                               Agung Priyatno
11.                               Iis Setiyasari
12.                               Dhanu Asmoro W.
13.                               Ernalia


SEKOLAH TINGGI ILMU KEPERAWATAN MUHAMMADIYAH GOMBONG
PRODI DIII KEPERAWATAN
2011
 “ GAGAL JANTUNG “

Penurunan Cardiac Output
1.      Pengertian : Ketidakadekuatan darah yang dipompa oleh jantung untuk memenuhi kebutuhan metabolik tubuh. (Diagnosa Keperawatan NANDA 2009-2011)
2.      Batasan Karakteristik

Perawatan Post Op Katarak



Pemberian Tetes, Salep Mata dan Balutan Post Op Katarak
     A. Tetes Mata
1.      Indikasi
a.       Antiinfeksi
Obat mata golongan antiseptik dan antiinfeksi digunakan pada gangguan mata karena adanya infeksi oleh mikroba, masuknya benda asing ke dalam kornea mata atau kornea mata luka/ulkus.
Kandungan obat antiseptik dan antiinfeksi mata selain pembawa yang harus steril dan inert (tidak menimbulkan efek pada mata atau tidak bereaksi dengan zat aktifnya/obat) dalam bentuk tetes atau salep, juga zat aktifnya merupakan antibiotik/antiseptik atau antivirus dengan berbagai golongan.
b.      Antiinflamasi

Rabu, 18 April 2012

Asuhan Keperawatan Hernia


ASUHAN KEPERAWATAN HERNIA

A.    Definisi
Hernia (burut) adalah penonjolan abnormal dari suatu viscus ke luar dari rongga yang normal. Viscus adalah berbagai organ interior besar yang terdapat dalam rongga tubuh yang besar khususnya di abdomen. Cincin hernia adalah cincin dari jaringan muskuler (terbuka) melalui dimana viscus menonjol. Pembukaan dari dinding rongga dimana viscus menonjol mungkin bervariasi ukurannya dan mungkin congenital atau didapat. Penonjolan dari viscus mungkin intermitten atau terus menerus, tergantung dari jenis dan beratnya hernia. Walaupun istilah ini mungkin dipakai pada berbagai bagian tubuh (misalnya hernia diskus intervertebral, hernia cerebral, umumnya mengarah pada penonjolan suatu viskus abdomen dari rongga abdomen.
B.     Klasifikasi

Askep Fraktur


LAPORAN PENDAHULUAN

A.     KONSEP DASAR
1.       PENGERTIAN
Faktur / patah adalah terputusnya kontinuitas jaringan tulang / tulang rawan yang umumnya disebabkan oleh ruda paksa (Masjoer Arif, 2000).
Fraktur dapat dibagi menjadi :
1.       Fraktur tertutup (closed) adalah hilangnya / terputusnya kontinuitas jaringan tulang dimana tidak terdapat hubungan antara fragmen tulang dengan dunia luar / bila jaringan kulit yang berada diatasnya / sekitar patah tulang masih utuh.
2.       Fraktur trbuka (open) adalah hilangnya / terputusnya jaringan tulang dimana fragmen-fragmen tulang pernah / sedang berhubungan dengan dunia luar.
3.       ETIOLOGI

Selasa, 17 April 2012

Askep Dislokasi

ASKEP DISLOKASI
PENGERTIAN
Keadaan dimana tulang-tulang yang membentuk sendi tidak lagi berhubungan secara anatomis (tulang lepas dari sendi) (brunner&suddarth).
Keluarnya (bercerainya)kepala sendi dari mangkuknya, dislokasi merupakan suatu kedaruratan yang membutuhkan pertolongan segera. (Arif Mansyur, dkk. 2000).
Patah tulang di dekat sendi atau mengenai sendi dapat menyebabkan patah tulang di sertai luksasi sendi yang disebut fraktur dis lokasi. ( Buku Ajar Ilmu Bedah, hal 1138).
Dislokasi adalah terlepasnya kompresi jaringan tulang dari kesatuan sendi. Dislokasi ini dapat hanya komponen tulangnya saja yang bergeser atau terlepasnya seluruh komponen tulang dari tempat yang seharusnya (dari mangkuk sendi). Seseorang yang tidak dapat mengatupkan mulutnya kembali sehabis membuka mulutnya adalah karena sendi rahangnya terlepas dari tempatnya. Dengan kata lain: sendi rahangnya telah mengalami dislokasi.
Dislokasi yang sering terjadi pada olahragawan adalah dislokasi sendi bahu dan sendi pinggul (paha). Karena terpeleset dari tempatnya, maka sendi itupun menjadi macet. Selain macet, juga terasa nyeri. Sebuah sendi yang pernah mengalami dislokasi, ligamen-ligamennya biasanya menjadi kendor. Akibatnya, sendi itu akan gampang dislokasi lagi.

Askep Osteoporosis

1.Pengertian
Osteoporosis adalah penyakit metabolik tulang yang memiliki penurunan matrix dan proses mineralisasi yang normal tetapi massa atau densitas tulang berkurang (Gallagher, 1999)
Pada osteoporosis , kecepatan resorpsi tulang melebihi kecepatan pembentukan tulang, sebagai akibatnya tulang menjadi keropos secara progresif dan dapat mengalami fraktur karena faktor normal atau stres.

2.Patofisiologi
Pada osteoporosis mineralisasi tulang adalah normal, tetapi total bone massanya menurun. Osteopororsis yang terjadi secara alamiah karena berlanjutnya usia ini disebut osteoporosis primer. Osteoporosis primer dibagi menjadi 2 macam :
a.Osteoporosis primer Post menopause (tipe I) sebagai akibat menurunnya hormon estrogen yang lebih memperberat terjadinya proses resorpsi tulang.
b.Osteoporosis primer senelis (tipe II) yang disebabkan oleh penurunan bone mass saja akibat umurnya bertambah.

Asuhan Keperawatan Tumor Tulang

A. Latar Belakang
Benjolan pada seseorang tidak selalu berkonotasi jelek. Bagi wanita, “benjolan di bagian dada” boleh jadi bisa menambah seksi, tetapi jika benjolan itu terdapat pada bagian tubuh yang tak semestinya, tentu harus diwaspadai, jangan-jangan itu merupakan pertanda awal terjadinya tumor tulang. Ada tiga macam tumor tulang yaitu yang bersifat lunak, ganas dan yang memiliki lesi di tulang (berlubangnya struktur karena jaringan akibat cedera atau penyakit). Selain itu ada yang bersifat primer dan skunder. Pada tumor tulang sekunder misalnya, seseorang terkena tumor payudara, kemudian menjalar ke tulang dan selanjutnya menggerogoti tulang tersebut. Kanker tulang ini merupakan kelompok tumor tulang yang ganas.
Keganasan tulang dapat dikelompokkan menjadi 2 yaitu tumor benigna dan maligna. Klasifikasi yang banyak digunakan untuk kedua jenis tumor ini adalah sebagai berikut :


Senin, 16 April 2012

Askep Meningitis


LAPORAN PENDAHULUAN
MENINGITIS

A.     KONSEP DASAR
I.        PENGERTIAN
Meningitis adalah radang umum pada sub arakhnoid dan piameter disebabkan oleh bakteri, virus, riketsia / protozoa yang terjadi secara akut dan kronis. (Arief Mansjoer, 2000 hal 11).

II.     PEMBAGIAN
1.       MENINGITIS PURULENTA / BAKTERIAL AKUT
Etiologi
:
Terbanyak (75%)
-    Meningitis influenza.
-    S. Pneumonia

2.       MENINGITIS TUBERCULOSA / BAKTERIAL KRONIS / M SEROSA
Etiologi : Mycobacterium tuberculosa.

3.       MENINGITIS ASEPTIC
Etiologi : virus dan jamur.

III.  PATOFISIOLOGI
Terjadi infeksi selaput otak dapat melalui :
1.       Penyebaran langsung.
-    Implantasi langsung            setelah luka kepala terbuka.
-    Perluasan langsung dari infeksi yang mengenai struktur kepala.
2.       Melalui akar saraf.
Toxin dan mikroorganisme terutama virus dapat terangkut dari saraf perifer ke SSP (susunan saraf pusat).
3.       Melalui pembuluh darah.
Pada kasus septisemia / bakterimia.

Askep Katarak


Laporan Pendahuluan
Asuhan Keperawatan Pasien  Dengan Katarak


I.       Konsep dasar
A.    Pengertian
                  Katarak merupakan keadaan di mana terjadi kekeruhan pada serabut atau bahan lensa di dalam kapsul lensa (Sidarta Ilyas, 1998). Katarak adalah proses terjadinya opasitas secara progresif pada lensa atau kapsul lensa, umumnya akibat dari proses penuaan yang terjadi pada semua orang lebih dari 65 tahun (Marilynn Doengoes, dkk. 2000).
                  Katarak adalah suatu keadaan patologik lensa di mana lensa rnenjadi keruh akibat hidrasi cairan lensa, atau denaturasi protein lensa. Kekeruhan ini terjadi akibat gangguan metabolisme normal lensa yang dapat timbul pada berbagai usia tertentu. Katarak dapat terjadi pada saat perkembangan serat lensa masih berlangsung atau sesudah serat lensa berhenti dalam perkembangannya dan telah memulai proses degenerasi. (Ilyas Sidarta, 1998)

B.     Etiologi
Katarak dapat diklasifikasikan dalam golongan berikut :
  1. Katarak perkembangan (developmenta!) dan degeneratif.
  2. Katarak kongenital, juvenil, dan senil.
  3. Katarak komplikata.
  4. Katarak traumatik.
Berdasarkan usia pasien, katarak dapat di bagi dalam :
·         katarak kongenital, katarak yang terlihat pada usia di bawah 1 tahun
·         katarak juvenil, katarak yang terlihat pada usia di atas 1 tahun dan di bawah 40 tahun
·         katarak presenil, yaltu katarak sesudah usia 30 - 40  tahun
·         katarak senil, yaitu katarak yang mulai terjadi pada usia lebih dari 40 tahun